Embun menembus jendela kaca mobil pagi ini, saat mataku memandang bentangan perbukitan bukit Barisan, benteng alam yang memisahkan jarak antara kita, awan yang bergerak dibawah perbukitan membawa nuansa mistis akan kata "saudade".
" Rindu"
Katamu masih terngiang di telingaku, cuma lima huruf namun menembus kalbu, aku heran kenapa banyak manusia menjadi sedih dengan lima huruf ini? Ada magis apa dibalik susunan hurufnya.
Mobil masih bergerak menuju kota pertemuan kita nantinya, melaju menembus kabut tipis yang hampir membutakan mata pengemudi, entah kenangan apa yang melintas dan bermain dalam pikiranku tentang kata - katamu...
"Ku tunggu kau digerbang benteng Fort de kock
*sebuah stinger, cukup dirasakan tidak perlu penjelasan
Komentar
Tulis komentar baru