Kayla..
bangkitlah..
beranjaklah..
berjalanlah..
suara-suara itu selalu terngiang ditelingamu.. didengungkan dengan kuasa alam bawah sadarmu.. memecah sesuatu yang kau anggap penjelasan.. tentang sebuah kehadiran yang tak pernah usai untuk selalu berulang..
ingatlah sayang.. bukankah kita tak pernah mengerti untuk apa sebuah kedatangan itu ada.. untuk apa sekecap senyum menyapa mata hati kita.. hingga akhirnya kepergian dan kegetiran kembali meluluh-tangiskan jiwa kita
kita seperti roda yang berjalan dipadang-padang rumput kering.. menggilas apapun dengan tertawaan yang begitu gelak.. lalu berputar keatas untuk menengadahkan wajah kita yang seketika bertelagakan airmata..
ketika gelak-tawa kita menjadi jejak yang terlampau ringkih bersandar pada masa lalu, disitulah kita yang akhirnya tak mampu lagi untuk saling menahan tumpahan airmata, ketika kita kembali turun menjumpai gelak-tawa yang tak lagi sama..
begitulah kita Kayla.. kita selalu berulang.. pertemuan dan perpisahan seolah tidak pernah berhenti menjelma dihadapan kita.. sesuatu tentang berkuasanya cinta atas nama kehidupan ketika langit masih menjumpai lagi terangnya matahari..
dan kita adalah keberulangan yang tak pernah usai
-- The End --
4 SomeOne in the SomeWhere
Tangerang
Suswanto "Theo" Jabrik
Komentar
Tulis komentar baru